Potret Generasi Pascanasional dalam Novel Burung-Burung Rantau Karya Y.B. Mangunwijaya

March 31, 2008

Oleh: Anwar Efendi

 

Abstract:

society and contemporary problems on specific era affected themes chosen by writers in their works. What articulated by writers in their works is an offer to become alternative to interpret and understand human and his life. YB. Mangunwijaya as prominent writer that have unique character and creativity, try to articulating his knowledge and understanding, especially about posterior-nationalism idea. By means characters in his novel Burung-burung Rantau (Wandering Birds), Mangunwijaya want to give enlightenment to us about understanding our aim in our nation and state, in Indonesian frame, philosophically, ideologically, and cultural.

Keywords: generation, nationalism, and post-nationalism.

Pendahuluan
Pada masa menjelang abad ke-21 orang mulai berbicara bahwa mereka sedang berada dalam proses memasuki tata kehidupan yang baru. Tata kehidupan tersebut dimaknai dengan berbagai macam istilah. Masing-masing istilah mempunyai makna sekaligus menghadirkan interpretasi yang berbeda-beda. Istilah seperti globalisasi, postmodernisme, postkolonialisme, konsumerisme, dan juga abad informasi digunakan untuk menyebut tata kehidupan baru yang diidealkan oleh masyarakat dunia.
Tata kehidupan baru tersebut ditandai oleh adanya perubahan yang cepat dalam berbagai bidang kehidupan seperti bidang teknologi, ekonomi, politik, dan budaya. Perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi, khususnya teknologi informasi memungkinkan produksi dan distribusi informasi mencapai tingkat kemudahan dan kecepatan yang tinggi sehingga dapat menembus batas ruang dan waktu. Perkembangan bidang ekonomi memunculkan suatu era yang dinamai era pasar global, pasar tanpa batas. Selanjutnya, pada bidang politik ditandai semakin melemahnya batas-batas ruang yang semula menjadi dasar berdirinya negara bangsa. Sementara itu, bidang budaya memungkinkan munculnya globalisasi budaya yang dijiwai oleh entitas pluralisme.

Download artikel lengkap: Klik disini

Entry Filed under: Vol. 6 No. 1 Jan-Jul 2008. .

4 Comments Add your own

  • 1. parto (ANU)  |  April 1, 2008 at 1:27 pm

    Selamat! Salut! Bagus! Nilainya 100….

    Reply
  • 2. chairul umam  |  October 23, 2008 at 7:42 am

    itle=”">

    Reply
  • 3. chairul umam  |  October 23, 2008 at 7:43 am

    mantap mas….

    Reply
  • 4. Tri Suhartini  |  February 17, 2009 at 10:12 am

    mencari buku yang tak lagi di cetak ulang sanagt sulit ditemukan.
    betapa ingin saya memiliki BBR.
    dimanakah saya bisa mendapatkannya?

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

Categories

Recent Posts

Top Posts

Top Clicks

Blogroll

Link

 

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Recent Comments

yunus on Sejarah Perkembangan Pesa…
ferdi10790 on Javanese Santri Islam
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
Nashih on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…

RSS Journal of Islamic Law and Culture

Archives

Meta

Blog Stats

Feeds

Spam Blocked