Ilmu, Etika, dan Agama: Representasi Ilmu Ekonomi Islam
April 1, 2008
Oleh: Ahmad Dahlan
Abstracts:
Knowledge, ethic, and religion are three combinations that can’t be detached from life. Human created to embrace religion, and religion practiced with ethic values, whereas knowledge builds from a series of religious practices and ethic values. Islamic economy is a discipline that manifested as representation of knowledge, ethic, and religion that collaborated on practical-empirical aspect, not separated on knowledge development. Therefore, knowledge, ethic, and religion are a harmonization for human to live a life to reach worldly destination and hereafter.
Keywords: knowledge, ethic, religion, and Islamic economy.
Pendahuluan
Beberapa tema yang tampak mirip dengan tema “Ilmu, Etika, dan Agama”, yaitu “Etika dan Dialog antar-Agama” dan “Seni, Ilmu, dan Agama”. Setidaknya dari komposisi kata, ketiga tema tersebut memakai kata ilmu dan agama. Sementara itu, etika dan aktualisasinya akan selalu menjadi bagian dari proses perkembangan kehidupan manusia yang bisa muncul akibat pengaruh dari masalah keagamaan,1 atau aktualisasi etika juga diakibatkan dari bagian kausalitas yang dimunculkan oleh ilmu pengetahuan.
Tema “Etika dan Dialog antar-Agama” ditulis oleh Prof. Dr. M. Amin Abdullah. Ketika akan membahas tema ini beliau agak kesulitan dalam jenis pilihan pendekatan (approach) yang akan dipakai karena beliau mengutip Richard C. Martin,2 bahwa dalam studi agama dikenal dua jenis pendekatan seorang believer dan pendekatan seorang historian. Oleh karena itu, akan berbeda antara “mukmin” (percaya dengan sepenuh hati), dengan seorang “muarrikh” (ilmuwan yang kritis) dalam melihat realitas empirik kehidupan manusia.3
Download artikel lengkap: Klik disini
Entry Filed under: Vol. 6 No. 1 Jan-Jul 2008. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed