Merasakan Manisnya Iman

April 1, 2008

Oleh: Santosa `Irfaan

Abstract:

Hadis studies about the sweetness of faith with eidetic studies pattern and practical studies will lead us to understanding that hadis elaboration can be very extensive. That we often found till now is more emphasizing on Practical studies, because it is the final point. Whereas eidetic studies will became basis to urge reader or audience of speech or Islamic informal education (pengajian) in order that they easier to receive and strengthening faith, and hopefully can manifested in daily life, with paradise as its stimuli (confirmative studies).

Keywords: hadis studies, faith, eidetic studies, practical studies, confirmative studies.

Pengantar
Hadis dan sunnah secara struktural merupakan sumber ajaran Islam yang kedua sesudah al-Qur’an. Secara umum diketahui bahwa Hadis maupun sunnah berfungsi sebagai penjelas/perinci atas kandungan al-Qur’an yang global (bayân) atau pengecualian (takhshîsh) terhadap keumuman al-Qur’an atau pembatasan (taqyîd) terhadap kemutlakan al-Qur’an atau menguatkan kandungan al-Qur’an dan menjelaskan yang tidak secara eksplisit ditegaskan.1)

Upaya pendalaman terhadap Hadis harus dilakukan lebih berhati-hati karena dalam rangkaian periwayatan Hadis, ada yang mutawâtir, 2) sebagaimana penyampaian (transformasi) al-Qur’an yang menurut akal sehat dan kebiasaan mustahil para penyampai berita sepakat untuk bohong. Namun terkadang ada juga penyampaian berita Hadis secara ahad, 3) yang hanya disampaikan oleh orang per orang. Penyampaian Hadis oleh orang per orang inilah yang harus lebih dikritisi dan dicermati karena bukan mustahil ada peluang bohong atau tidak benar. Pemahaman terhadap Hadis, tidak cukup hanya pada rangkaian pembawa berita, tetapi juga terhadap kandungan isi teks atau matan.4) Untuk mengetahui kandungan Hadis, harus lebih dahulu mengerti susunan redaksi (matan) Hadis. Oleh karenanya studi matan Hadis menjadi semakin penting. Lebih-lebih di luar kajian akademik, masyarakat umum lebih memperhatikan matan (teks) Hadis, daripada periwayat, apalagi rangkaian pembawa berita (sanad). 5)

Kedua aspek, sanad dan matan, diperlukan dan wajib agar pendalaman studi Hadis tidak salah arah dan sasaran. Tulisan ini akan mencoba untuk menelaah suatu Hadis yang berhubungan dengan dasar agama Islam, yaitu iman.

Download artikel lengkap: Klik disini

Entry Filed under: Vol. 6 No. 1 Jan-Jul 2008. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

Categories

Recent Posts

Top Posts

Top Clicks

Blogroll

Link

 

April 2008
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Comments

yunus on Sejarah Perkembangan Pesa…
ferdi10790 on Javanese Santri Islam
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
Nashih on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…

RSS Journal of Islamic Law and Culture

Archives

Meta

Blog Stats

Feeds

Spam Blocked