Puitika Gandrung A. Mustofa Bisri: Tamsil Metafisik yang Berangkat dari Pengalaman Mistik

April 2, 2008

Oleh: Abdul Wachid B.S.

Abstract:

The special characteristic of A. Mustofa Bisri poetry on Gandrung book is when express his speech “not beautify words”, as he reveal on poem “I aren’t Beautify Words”. But, his “simple poem words” didn’t meaning that his poem has explicit interpretation, because his poem rich of symbols that have relation with religious thought, even Islamic mysticism (tasawuf). Therefore, to reach poem’s inner meaning, reader has to have knowledge about world of thought that became background of poem creation. That world of thought is combination of mystical and aesthetic experience that expressed with metaphysical tamsil (parable).

Keywords: K.H. Mustofa Bisri, Gus Mus, poem, mysticism, symbol, and parable.

Pengantar

Membaca sajak-sajak cinta Gandrung karya A. Mustofa Bisri ini, pembaca akan lekas menemui ciri khasnya. Ciri khas perpuisian A. Mustofa Bisri dalam buku Gandrung ini dalam mengekspresikan bahasanya “tidak memperindah kata-kata”, seperti halnya dia ungkapkan dalam sajak “Aku Tak Akan Memperindah Kata-kata”. Namun, “kesahajaan bahasa sajak” itu tidak berarti kemudian sajaknya jadi gamblang pemaknaannya sebab bagaimanapun puisinya begitu kaya simbol yang memiliki keterkaitan dengan alam pikir religius, bahkan mistisisme Islam (tasawuf). Oleh karenanya, untuk sampai kepada makna batin sajak, pembaca dituntut memiliki wawasan tentang alam pikir yang melatari penciptaan sajaknya. Alam pikir tersebut merupakan perpaduan pengalaman mistik dan pengalaman estetik, yang digambarkan melalui tamsil (perbandingan, perumpamaan) metafisik.

Download artikel lengkap: Klik disini

Entry Filed under: Vol. 5 No. 2 Jul-Dec 2007. .

5 Comments Add your own

  • 1. swarasastra@yahoo.com  |  April 8, 2008 at 6:38 am

    Selamat untuk Mas Abdul Wachid BS, buku terbarunya, GANDRUNG CINTA, yang diterbitkan PUSTAKA PELAJAR, menjadi buku BEST SELLER di GRAMEDIA.

    Reply
  • 2. piyusby@yahoo.com ---- unair surabaya  |  April 11, 2008 at 8:03 am

    aku baca web ini http://imam77.blogs.friendster.com/my_blog/2007/10/tentang_puisi_s.html
    asyik juga pemilik web ini bicara dengan lincahnya tentang karya-karya abdul wachid bs. kalau semisal aku ambil pemikiran abdul wachid bs dari web ini apa boleh? balas.

    Reply
  • 3. ibda  |  April 19, 2008 at 12:44 am

    silakan mas piyu, njenengan bisa mbaca dan menyebarluaskan artikel yang ada disini

    Reply
  • 4. jamal_d_rahman@yahoo.com  |  April 29, 2008 at 12:08 am

    Ada penemuan baru dalam artikel ini, terutama tentang “kesederhanaan yang menipu di dalam puisi sufisme.

    Reply
  • 5. najib_alrahman@yahoo.com  |  June 17, 2008 at 12:25 am

    Aku termasuk orang yang amat mengagumi tulisan-tulisanmu Mas Wachid…………………….

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

Categories

Recent Posts

Top Posts

Top Clicks

Blogroll

Link

 

April 2008
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Comments

yunus on Sejarah Perkembangan Pesa…
ferdi10790 on Javanese Santri Islam
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
Nashih on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…

RSS Journal of Islamic Law and Culture

Archives

Meta

Blog Stats

Feeds

Spam Blocked