The Art of Memory dan Estetika Pembelajaran
April 3, 2008
Oleh: Suwito N.S.
Abstract:
Joyful, delighted and interactive learning is longed by every student. Beside, interactive learning model make those students are more free to enhancing their potencies. Through years, education expertises thought, researched, and tried to found patterns and learning methods that suitable for learning and teaching activities. Commonly, foreign language is a bogey for students. It loads for teachers. The art of memory, mnemonic, and method of loci are alternative techniques for Arabic Language learning. Earring formula, watch formula, as a mnemonic technique and type of mnemonic devices (especially by associate word with physical word) and rhyme make more interactive in learning processes.
Keywords: rhyme, acronym, acrostic, mnemonic, memory.
Pendahuluan
Kurikulum terbaru yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menuntut semua pihak (terutama guru dan siswa) mengarahkan seluruh daya untuk mencapai standar kemampuan tertentu. Dalam KBK, meskipun main goal-nya adalah pencapaian kemampuan (getting competences), pembelajaran dalam sistem ini juga dituntut untuk tidak sekali-kali mengesampingkan “nilai” interaksi antara guru dan siswa. Hal ini perlu digarisbawahi karena “upaya keras” pendidik yang “berlebihan” disebabkan target KBK, dan karena beban berat lainnya dapat menjerumuskan, bahkan “membutakan” guru, yang akhirnya guru seolah menjadi “robot” KBK, fungsi dan perannya lebih dari sekadar fasilitator dapat bergeser menjadi “diktator” KBK.
Baca artikel lengkap: The Art of Memory dan Estetika Pembelajaran
Entry Filed under: Vol. 3 No. 2 Jul-Dec 2005. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed