Mengkritisi Pembelaan Bakdi Sumanto terhadap Pengakuan Pariyem (“Dunia Batin Seorang Wanita Jawa”)

April 7, 2008

Oleh: Abdul Wachid B.S.

Abstract:

Pengakuan Pariyem’s world (PP) is not the full imitation of jagad Kejawen (world), but jagad Kejawen that idealized by the Storyteller or the Confessor (Pariyem) to “Father of Confession” (Mas Paiman) as reader’s model. Therefore, whatever inner fluctuation of Javanese women on this Pengakuan Pariyem will be accepted as harmonious and familiar. This is the reading strategy that idealized by Bakdi Soemanto to PP. With this position, Bakdi Soemanto free to made justification to PP through many its literary data, like Pariyem not being married by Bagus Ario Atmojo that normally should have been causing uproar, but actually this he judged as choice in life.

Keywords: Pengakuan Pariyem, Kejawen.

Pengantar

Karya sastra yang baik pastilah mendorong lahirnya kritik sastra. Demikian sebaliknya, kritik sastra yang baik dapat mendorong lahirnya karya sastra yang baik dalam kurun masa selanjutnya. Setidaknya pernyataan tersebut pernah diyakini oleh Budi Darma.1

Demikian halnya dengan prosa lirik Pengakuan Pariyem (PP) karya Linus Suryadi AG, yang ditulis dalam kurun masa tiga tahun (1977-1980), dan terbit pertama kali oleh penerbit Sinar Harapan tahun 1981. Prosa lirik karya Linus Suryadi ini sejak kemunculan pertamanya dengan jalan pembacaan oleh penyairnya telah mengundang polemik, terlebih tatkala prosa lirik ini dibukukan, dan mengalami cetak ulang di tahun 1984.2

Dalam pengamatan Bakdi Soemanto di saat melakukan penelitian terhadap PP, tidak kurang dari 16 karangan tentang PP.3 Dari 16 karangan itu, oleh Bakdi Soemanto yang dianggap penting lima karangan, di antaranya: “Multilingualisme dalam Kesusastraan Indonesia Kontemporer” oleh Umar Kayam4; “ Pengakuan Pariyem: Sebuah Tinjauan Singkat dari Segi Sosiolinguistik” oleh Stephanus Djawanai; “Puitika Jawa dalam Kancah Sastra Indonesia” oleh I. Kuntara Wiryamartana; “Multilingualisme dalam Burung-burung Manyar dan Pengakuan Pariyem” tesis Pasca Sarjana oleh Sudaryono (1985); dan “Tinjauan Sosiologis Prosa Lirik Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG” merupakan laporan penelitian Penataran Sastra Angkatan I tahap II Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud Jakarta yang disusun oleh Sutarto (1984).

Dari lima karangan itu yang bernada negatif ialah tulisan dari Sutarto, dengan mendaftar kata-kata jorok dari PP, dan menarik suatu kesimpulan bahwa Pariyem penuh pelukisan figur yang kotor, dan karenanya layak disayangkan. Hal itu sejalan dengan ungkapan Suripan Sadihutomo (“Menghadapi Pengakuan Pariyem” di majalah Horison) bahwa penokohan Pariyem adalah penokohan seorang pelacur!

Baca artikel lengkap: 8-mengkritisi-pembelaan-bakdi-sumanto-terhadap-pengakuan-satiyem

Entry Filed under: Vol. 5 No. 1 Jan-Jul 2007. Tags: , , , , .

8 Comments Add your own

  • 1. cah ayu === surabaya  |  April 8, 2008 at 6:32 am

    Cak Achid, aku kagum banget dengan karya-karyamu. Satu lagi Jawa Timur dan Lamongan khususnya punya sastrawan kaliber Asia, setelah Satyagraha Hoerip, maka Anda lah orangnya.

    Reply
  • 2. Sri Handayani __ Universitas Jember  |  April 14, 2008 at 10:00 am

    Apa benar ini email Mas Abdul Wachid BS (achidbs99@yahoo.com) ? Sebab saya akan skripsi tentang RUMAH CAHAYA karya Abdul Wachid BS. Bisakah pengelola website ini membantu saya memberikan data-data tentang Abdul Wachid BS? Terimakasih.

    Reply
  • 3. warto  |  April 15, 2008 at 12:54 am

    mba Sri, benar itu email mas Achid. data tentang beliau bisa dilihat di link Staff Redaksi jurnal ini. silakan mba Sri klik nama Abdul Wachid B.S. semoga bermanfaat dan senang bisa membantu

    Reply
  • 4. suherman md. *** jakarta  |  April 16, 2008 at 12:03 am

    Apa karya Abdul Wachid BS terbaru? Mengapa tidak juga dibangun website dari buku-buku yang diterbitkan oleh STAIN PURWOKERTO PRESS? Saya telah membaca beberapa buku karya Suwito NS yang diterbitkan penerbit tersebut.

    Reply
  • 5. Kun Zachrun Istanti (FIB-UGM) - sastraindonesia@ugm.ac.id  |  April 21, 2008 at 11:42 pm

    Ass.Wr.Wb. Selamat atas dibangunnya Website Jurnal Ibda’ ini. Hal ini kian memudahkan akses saya terhadap perkembangan pemikiran Anda, Dik Wachid. Tetapi, sedikit saran, agar Web ini rajin di-up date keikutsertaannya di altavista, google, atau lainnya, agar lebih mudah diakses lagi bagi para pencari informasi.

    Reply
  • 6. indra05efendi@yahoo.com  |  April 28, 2008 at 6:15 am

    STAIN PURWOKERTO…..PANCEN…….KIAN OYE!!!!…………..

    Reply
  • 7. Dustin Cowell - Winconsin University  |  April 30, 2008 at 12:27 am

    Good….good……..God!

    Reply
  • 8. najib_alrahman@yahoo.com  |  June 17, 2008 at 12:23 am

    Harusnya diberi foto para penulisnya!!!

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

Categories

Recent Posts

Top Posts

Top Clicks

Blogroll

Link

 

April 2008
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Comments

yunus on Sejarah Perkembangan Pesa…
ferdi10790 on Javanese Santri Islam
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
Nashih on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…

RSS Journal of Islamic Law and Culture

Archives

Meta

Blog Stats

Feeds

Spam Blocked