Sejarah Perkembangan Pesantren
April 7, 2008
Oleh: Nawawi
Abstract:
Pesantren represent “father” of Islamic education in Indonesia. Pesantren borne by the awareness of dakwah Islamiyah (disseminating Islam) obligation, or propagate and develop Islamic teaching, and at the same time yielding the cadre of Moslem scholar or da’i. There are three characteristics as main bases pesantren’s culture. First, traditionalism, namely that pesantren salaf/traditional maintain the classic books as core of education. Second, cultural resistance, namely maintain the pesantren culture that exist for centuries and remain to rely on the elementary teaching of Islam. Third, religious education, namely pesantren constituted, activated, and instructed by worldview which coming from the Islam teaching. This basic teaching is intertwines with the social structure or social reality that experienced in everyday life.
Keywords: Pesantren, pesantren’s historical context, Islamic education, curriculum.
Pendahuluan
Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah “tempat belajar para santri”, sedangkan pondok berarti “rumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bambu”. Di samping itu, “pondok” mungkin juga berasal dari bahasa Arab “fanduk” yang berarti “hotel atau asrama”. Ada beberapa istilah yang ditemukan dan sering digunakan untuk menunjuk jenis pendidikan Islam tradisional khas Indonesia atau yang lebih terkenal dengan sebutan pesantren. Di Jawa termasuk Sunda dan Madura, umumnya dipergunakan istilah pesantren atau pondok,1 di Aceh dikenal dengan istilah dayah atau rangkung atau meunasah, sedangkan di Minangkabau disebut surau.
Adapun pengertian secara terminologi, dapat dikemukakan beberapa pendapat yang mengarah pada definisi pesantren. Abdurrahman Wahid, memaknai pesantren secara teknis, a place where santri (student) live, sedangkan Abdurrahman Mas’oed menulis, the word pesantren stems from “santri” which means one who seeks Islamic knowledge. Usually the word pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge. Kata pesantren berasal dari “santri” yang berarti orang yang mencari pengetahuan Islam, yang pada umumnya kata pesantren mengacu pada suatu tempat, di mana santri menghabiskan kebanyakan dari waktunya untuk tinggal dan memperoleh pengetahuan.
Baca artikel lengkap:1-sejarah-dan-perkembangan-pesantren
Entry Filed under: Vol. 4 No. 1 Jan-Jul 2006. Tags: Sejarah Perkembangan Pesantren.
13 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
ahmad syukron | April 19, 2008 at 3:39 am
saya butuh keterangan lebih lengkap tentang pesantren untuk studi akhir saya. dimana saya bisa mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai pesantren?
2.
Ahmad gentur | October 8, 2008 at 5:08 pm
Sya inGin tau,apakah pesantren ini bs bertahn lebih lama?mengingat kemajuan globalisasi d dunia,sehingga menipiskan minat ank2 muda untuk mencari ilmu d pesantren.
3.
ismail | December 12, 2008 at 12:43 pm
pesantren sekarang sudh semakin maju, bagaimana cara memasukan budaya pesatren ke budaya modernisasi?
pendidikan islam itu sudah lama berdiri tapi kenapa kok belum di masukan pada ujian nasional?? bagaimana peran pesantren kalo seperti ini??
4.
ucu sofyan | January 7, 2009 at 5:22 am
assalamualaikum. pesantren mengalami beberapa kemunduran. penyebabnya beragam, namun yang paling ekstrem adalah karena orientalis barat yang menyatakan bahwa pesantren adalah sarang teroris. mari kita jadikan basis pesantren menjadi pondasi utama umat islam. karena asset pesantren (berupa santri) adalah agent of change. mahasiswa pun begitu. harus menjadi agent of change, dan mengurangi pemikiran yang mendiskreditkan perannya. orientalis memang hebat, namun islam harus lebih mebat lagi.
kunjungi http://ucusofyan.co.cc
5.
odehief | February 12, 2009 at 8:31 am
pesantren juga ‘dilukai’ oleh bad habit yang diam-diam menggerogoti. Bisa disimak di http://www.sorbanyangterluka.blogspot.com
6.
sayidah | April 5, 2009 at 10:28 am
judul skripsi yg saya angkat kebetulan tentang pesantren.setelah mengetahui sejarah serta sepak terjang dunia pesantren maupun para yg berkecimpung di dalamnya dari masa ke masa,sangat bangga sekali sebagai product dari sebuah pesantren.
mengikuti perkembangan zaman,semakin banyak tipologi pesantren,selain itu para lulusannya pun banyak yg berkiprah menduduki kursi pemerintahan.jadi jangan kita pandang sebelah mata product lembaga pendidikan tersebut.misal,lihat saja KH.hasyim muzadi,Din syamsudin,Hidayat nurwahid,Maftuh basyuni,dll.mereka adalah para lulusan dari sebuah pesantren d Ponorogo,Jatim,yaitu PMDG atau sering d sebut pesantren gontor.
sebagai generasi penerus bangsa,kita jaga dan lestarikan aset pendidikan yg tidak dimiliki oleh negara manapun.hanya indonesia yg punya sebuah lembaga pendidikan yg bernama PESANTREN.
7.
mulyati nurul faoziah | April 20, 2009 at 11:30 pm
mikum………….alhamdu ku juga dulu dipesantren dah 9 tahun,,,,,,tapi pas keluar begitu engenal dunia luar subhanalloh tersa yg bner2 hidup penuh cobaan
8.
mulyati nurul faoziah | April 20, 2009 at 11:35 pm
mikum………….alhamdu ku juga dulu dipesantren dah 9 tahun,,,,,,tapi pas keluar begitu engenal dunia luar subhanalloh tersa yg bner2 hidup penuh cobaan.dulu aku mondok di pst.Riyadlul huda sukaguru tasikmalaya.dan sekarang ku dah semester akhir kuliah di stikes ssg jogjakarta jurusan keperawatan……duh disini ku banyak cobaan banget sobbbbbb………..dan sekarang ku lg nyusu skripsi yag bjudul HUBUNGAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI DENGAN KEJADIAN SKABIES DI ASRAMA PONDOK PESANTREN RIYADLUL HUDA SUKAGURU SINGAPARNA TASIKMALAYA………mohon doa dari sobat2 smua yaaaaaaaaaaa
9.
hadjitas | May 2, 2009 at 11:08 am
Dilematis pesantren antara mempertahankan salafiyyah atau menjadi pesantren modern harus kita carikan solusi yang pas demi keberlangsungan pesantren salafi. Go Salafiyyah… Kunjungi http://hadjitas.wordpress.com
10.
juragan | June 25, 2009 at 12:18 pm
sekarang pesantren harus dirubah dengan cara yang lebih modern. dengan kata lain adanya kolaborasi pesantren salafiah dengan pesantren modern. insyaallah akan lebih baik
11.
imsyaf | July 14, 2009 at 12:50 pm
akhi…semua..salam juang dari dunia pesantren…
akhi pesantren dah lam berkembang..namun entah kenapa exsistensi atau kebnaran yang dimiliki duia pesantren pupus,
akhi.. disini aku adalah pesantren yang selalu dibuat langkah untuk mencari ilmu murni dari tuhan.. tapi kenapa aku selalu dijadikan sampingan…mana para kiai dan para pengasuh yang mau bela saya…aku sekarang dan sebentar lagi akan musnah…dan pupus ditelan waktu…oh kasian pesantren mas kini. g ada yang mau yang perduli lagi ma aku…ih.kok aku jadi nangis,,,,hihihihi
12.
Ujang | August 2, 2009 at 4:45 am
Pesantren harus selalu kita majukan pak.
13.
yunus | October 14, 2009 at 8:22 am
saya butuh keterangan lebih lengkap tentang pesantren untuk tugasi akhir. dimana saya bisa mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai pesantren?
tugas akhir yang saya tulis mengenai doktrinisasi pesantren. dalam penulisan tersebut difokuskan ke sejarah pesantren juga referensi-referensinya dan out put dari pesantren itu sendiri