Seks Bebas dalam Cermin Budaya Jawa: Pandangan Kearifan Lokal terhadap Perilaku Free Sex

April 7, 2008

Moh. Roqib

Abstract:

Local wisdom represents the local knowledge based on local cultural values. Local wisdom can be perceived through people’s everyday life because the end of sedimentation from local wisdom is tradition. Local wisdom can become potential energy to develop their environment to become civilized. Local wisdom is a result from common response with environment condition around them.

Keywords: local wisdom, culture, environment, response.

Pendahuluan

Perbincangan tentang free sex akhir-akhir ini mendapatkan perhatian yang amat tinggi. Di media elktronik seakan dapat disaksikan pada setiap program infotainment dan dialog-dialog yang ditayangkan oleh stasiun TV. Media cetak juga tidak ketinggalan mengekspos besar-besaran di seputar kehidupan seksual umat manusia ini. Dua peristiwa yang melatarbelakangi terhadap pemberitaan ini adalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki dampak yang luar biasa.

Pertama, video mesum Yahya Zaeni (YZ) dengan Maria Eva (ME). Gegap gempita pemberitaan kasus ini dapat ditemukan dalam Kedaulatan Rakyat. Pada halaman depan ditulis analisis “Dua Sisi Yahya Zaini”1 dan pada halaman belakang (24) diberitakan “Maria Eva Hibur Korban Lapindo” dan menghadiri reuni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.2 Yahya Zaini mendapat sorotan tajam di antaranya karena dia memiliki background sebagai anggota DPR dari fraksi Partai Golkar, mantan aktivis PB HMI, dan koordinator bidang keruhanian Partai Golkar. Sementara itu, Maria Eva yang alumni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini sebagai penyanyi dangdut yang berarti sebagai public figure. Kedua, berita poligami K.H. Abdullah Gimnastiar atau lebih dikenal dengan Aa’ Gym. Pemberitaan terhadap Aa’ Gym di antaranya adalah karena ia seorang mubaligh yang sedang berada di atas puncak popularitas. Sebagai pengasuh Pesantren Daruttauhid Bandung, ia memiliki jaringan radio yang sangat luas di berbagai daerah dan TV Manajemen Qolbu yang sering diajarkan kepada umat, saat ia poligami menuntutnya untuk melaksanakannya lebih disiplin.

Meskipun dua kasus ini berbeda, tetapi ada benang merahnya, yaitu seks. Yang pertama terkait dengan eksploitasi seks di luar akad pernikahan dan kemudian diekspos ke luar, sedangkan yang kedua adalah tentang penyaluran libido seksual yang diikat dalam pernikahan kedua atau poligami. Yang pertama masyarakat seakan sudah ada konsensus bahwa eksploitasi seks tersebut bertentangan dengan agama dan norma budaya bangsa, meskipun hal tersebut diakui wajar dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dewasa, karenanya YZ dan ME tetap bisa diterima oleh masyarakat meskipun hukuman sosial dirasakan amat berat. Kasus kedua merupakan ajaran agama yang debatable, diakui sekaligus digugat bahkan ada yang mengharamkan. Realitasnya, poligami secara hukum dan perundang-undangan tetap halal, tidak dilarang oleh undang-undang, dan hanya dibatasi agar tidak terjadi penyalahgunaan, seperti dijadikan alat pemuasan nafsu seksual pelakunya. Meskipun demikian, Aa’ Gym telah menerima perlakuan sosial yang luar biasa keras,3 seperti cemoohan dan perlakuan lain yang dapat mengurangi kenyamanan hidupnya.

Tulisan ini hendak mengkaji tentang kearifan lokal Jawa terkait dengan kehidupan seks. Tulisan ini tidak membahas tentang halal-haram video mesum, dan tidak mengkaji tentang kontraversi di seputar poligami. Kajian difokuskan pada seksualitas masyarakat Jawa.

Baca artikel lengkap: 7-seks-bebas-dalam-cermin-budaya-jawa

Entry Filed under: Vol. 5 No. 1 Jan-Jul 2007. Tags: , , , , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

Categories

Recent Posts

Top Posts

Top Clicks

Blogroll

Link

 

April 2008
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Comments

yunus on Sejarah Perkembangan Pesa…
ferdi10790 on Javanese Santri Islam
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
pangeran on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…
Nashih on Slametan dalam Kosmologi Jawa:…

RSS Journal of Islamic Law and Culture

Archives

Meta

Blog Stats

Feeds

Spam Blocked